6 Film Indonesia dengan BIaya Termahal yang pernah diProduksi

Booking.com
 Anda penyuka film Indonesia seperti saya, apa sudah pernah nonton film yang ada dibawah ini, [asti ada yang beberapa sudah kan. Tapi apakah anda tau kalo 6 film berikut memiliki budget pembuatan yang sangat fantastic atau bisa dibilang sangat mahal, dan beberapa film ini juga bisa di bilang film yang kurang menarik di bandingkan biaya yang telah di habiskan.
Tapi kita harus bangga dong karena kita mempunyai film dengan biaya fantastic ga kalah dengan film Luar
1. Apa Artinya Cinta? (2005)

 

foto:https://itunes.apple.com

 

Sosok pasangan ikonik dalam film romantis remaja Indonesia yaitu Nicolas Saputra serta Dian Sastro. Namun gelar itu pernah tersgeser oleh Samuel Rizal bersama Shandy Aulia. Mereka berdua bermain dalam film Effiel I’m in Love, kemudian di th. 2005 mereka kembali nampak di satu film produksi Soraya Intercine Film dengan judul Apa Artinya Cinta?. Film ini disutradarai oleh Sunil Soraya, dengan aktor Shandy Aulia serta Samuel Rizal. Film ini menggunakan cost sebesar Rp 30 miliar. Satu diantara penyebabnya tingginya cost produksi film ini yaitu sekitaran 40 % tempat syuting film ini terdapat di San Francisco, Amerika Serikat.
film ini menceritakan mengenai Mengenai seseorang gadis yang hidup ditengah keluarga serasi & mempunyai kebiasaan yang sama juga dengan remaja yang lain. Tetapi kehidupannya beralih waktu sosok pria misterius sebagai tetangga barunya.

2. KETIKA CINTA BERTASBIH (2009)

foto:http://andikafajar56.blogspot.co.id/

 

Mengambil tempat betul-betul di Mesir serta menggunakan saat syuting sekitaran satu bulan, yaitu satu diantara alas an kenapa film ini memiliki biaya tinggi, sekitaran 40 miliar rupiah.
Seolah menginginkan tambah baik dari film karya Hanung Bramantyo (Ayat-Ayat Cinta, 2008, MD Pictures), yang juga adalah buah tulisan Habiburrahman El Shirazy, berlatar tempat di Kairo namun pengambilan gambar tak dikerjakan di sana.
Film ini menceritakan mengenai Cerita inspiratif mengenai Azzam, seseorang pemuda lulusan Al-Azhar University, yang tabah melakukan liku-liku hidupnya. Dari pengalamannya berwiraswasta di Mesir, sampai ia temukan tambatan hatinya.
Di produksi oleh SinemArt, disutradarai Chaerul Umam, serta di bintangi oleh aktor dan aktris baru hasil lomba casting yakni Kholidi Asadil Alam serta Oki Setiana Dewi.
3. Trilogi Merdeka (2009 – 2011)

 

foto:http://www.bintang.com/
Merah Putih (Yadi Sugandi, 2010), Merah Putih 2 : Darah Garuda (Yadi Sugandi, 2010) serta Hati Merdeka (Yadi Sugandi, 2011) . Ketiga judul film ini adalah film-film dari Trilogi Merdeka, film Indonesia pertama yang disebut film trilogi perjuangan. Film ini bercerita cerita perjuangan beberapa pahlawan Indonesia dalam melawan penjajah, Film ini di bintangi oleh beberapa aktor papan atas Indonesia seperti Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinatrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati serta Rudi Wowor.
Trilogi Merdeka adalah satu diantara proyek film termahal di Indonesia yang pernah ada. Dengan tim pakar dampak visual yang diberitakan memiliki pengalaman serta setara Hollywwod menyebabkan film ini memiliki biaya begitu tinggi. Diluar itu Trilogi Merdeka juga lakukan sebagian promosi di negara-negara diluar Indonesia. Film ini menggunakan dana produksi sebesar Rp 64 miliar.
 
4. Gunung Emas Almeyer (2014)

 

foto:http://www.tribunnews.com/

 

Film fiksi ilmiah tentang petualangan ke satu gunung emas ini launching di sebagian negara di Asia. Sealin di Indonesia, film ini launching di Malaysia dengan judul Tenggelam. Kemudian film ini dapat launching dengan cara internasional dengan judul Gold Mountain. Film ini disutradarai oleh sutradara asal Malaysia bernama U Wei. Film ini adalah penyesuaian dari satu novel classic karya penulis Polandia yang hdiup di Inggris bernama Joseph Conrad, novel itu berjudul Almeyer’s Folly.

Film ini bercerita mengenai petualangan seseorang arkelog serta pedagang senjata yang mencari satu gunung emas. Film ini tidak cuma berisi petualangan saja, namun juga berisi unsur-unsur histori Indonesia.

 

Gunung Emas Almeyer adalah hasil propduksi dari Media Desa Indonesia serta Tanah Licin Malaysia. Beberapa aktor film ini datang dari 3 negara, Australia, Malaysia serta Indonesia. Mereka diantaranya ; Peter O’Brien, Sofia Jane, Adi Putra, Diana Danielle, Alex Komang, El Manik serta Rahayu Saraswati. Film ini mengonsumsi cost sebesr Rp 60 miliar. Syuting film ini dikerjakan sepanjang 45 hari. Film ini dapat menuntut dana sebesar itu karena ekslusifitas setting serta baju yang dipakai dalam sistem produksi film memerlukan dana yang besar.
 
5. The RAID 2 : Berandal (2014)
foto:https://thecreativefoxden.com
Sekuel ke-2 garapan Gareth Evans ini tidak kalah berhasil dengan sekuel pertama The Raid. Sekali lagi The Raid 2 menghadirkan perkelahian yang menakjubkan, ditambah dengan tindakan kekerasan yang brutal. Cuma saja The Raid 2 memiliki tampilan aktor serta aktris yang lebih elegan di banding film terlebih dulu, diluar itu cakupan narasi The Raid 2 juga keseluruhan tidak sama dari sekuel pertamanya. Jadwal produksi yang terlebih dulu direncanakan sepanjang 90 hari molor sampai 132 hari, hal semacam ini diperkirakan menyebabkabn pembengkakan cost produksi sampai meraih Rp 54 miliar.
Iko Uwais bertindak kembali sebagai Rama, perwira pemula unit senjata serta taktik spesial sekalian seseorang calon bapak. Diluar itu film ini dapat di bintangi Alex Abbad, Julie Estelle, Roy Marten, Tio Pakusadewo, Arifin Putra serta Cecep Arif Rahman. Aktor mancanegara dari Jepang seperti Ryuhei Matsuda, Kenichi Endo, serta Kazuki Kitamura juga turut berhimpun dalam film ini.
 
 

6. Pendekar Tingkat Emas (2014)

foto:http://showbiz.liputan6.com/

 

Film yang mengangkat topik dunia persilatan ini berhasil besar. Film yang di bintangi oleh Reza Rahadian ini membutuhkan Rp 25 miliar untuk cost produksinya, hal semacam itu dibutuhkan untuk bahan property serta alat-alat syuting yang begitu bermacam serta banyak. Film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah ini di bintangi oleh Reza Rahadian, Eva Cellia, Tara Basro, Nicolas Saputra serta Cristine Hakim.
Dalam soal cost, film Pendekar Tongkat Emas setara dengan cost produksi film Dibawah Lindungan Ka’bah. 

 

Film ini mengangkat topik persilatan yang telah lama tak menghiasi perfilman Indonesia. Mengeksplorasi beberapa topik seperti pengkhianatan, kesetiaan, serta ambisi, film ini launching pada 18 Desember 2014 oleh Miles Films.
 
17Sekians dan terimakasih

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *