Wisata Seru Budidaya Mutiara Singaraja – 17sekians wisata traveling di Bali

 

Di Pulau Bali ada Wisata Seru Budidaya Mutiara Singaraja – 17sekians wisata traveling di Bali, selain berwisata dengan keseruan yang tak terhingga anda bisa sekaligus mencar ilmu hlo. Yuk kita menuju ke Kabupaten Buleleng yang tepatnya di Desa Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak ada pusat pembudidaya mutiara. Yupss Budidaya Mutiara disini berkatagori budidaya lokal.
Sektor kelautan dan peraiaran di kawasann Singaraja mempunyai potensi yang menjanjikan untuk dijadikan sebagai objek wisata. Oh iya, disamping potensi keindahan alam bawah lautnya, Singaraja bab barat juga mempunyai sebuah potensi wisata sekaligus industri yang cukup menjanjikan yaitu pengembangan atau budidaya mutiara.
 
Mutiara sendiri ialah salah satu pelengkap yang semenjak dulu dijadikan sebagai simbol kealamian dan kesucian. Hal ini dikarenakan bentuknya yang menawan serta indah berkilau, tentunya tak mengherankan kalau mutiara tak sedikin yang menggandrungi sebagai jendela bisnis. Harga mutiara disinipun tergantung kualitas yang dijual dengan standar dolar, kalau dirupiahkan berkisar antara Rp. 250.000 – Rp. 25.000.000.
Para wisatawan yang berkunjung di pusat budidaya mutiara akan disuguhkan suatu pengalaman yang unik dan menarik, dimana akan bisa melihat secara pribadi proses pengolahan mutiara dari yang masih di dalam kerang hingga yang sudah jadi. Dalam prosesnya dimulai dari tahap menyiapkan induk mutiara ( jenis Pindata maxima ), lalu dilanjutkan ke tahap sporing ( pengawinan ).
Setelah bibit mutiara berumur 25-30 hari dipelihara di tempat khusus ( belum di bahari lepas). Ketika dirasa usianya cukup bisa hidup dilaut, mutiar-mutiara tersebut akan dipindahkan ke bahari biar sanggup melekat di kolektor berupa tali ( media buatan ). Jikalau mutiara sudah berumur 60 hari, mutiara disortir biar mendapat hasil yang maksimal.
Walaupun begitu tingkat keberhasilannya hanya 3% saja hlo Guys dan yang gagal akan dikembalikan ke alam. Oke dilanjut mutiara yang berhasil akan dilanjutkan dengan pemeliharaan selama 32 bulan atau sekitar 2,5 tahun. Dalam prosesnya tidak bisa dibilang gampang, selain memerlukan waktu yang cukup lama, dalam pemeliharaannya pun tak lepas dari gangguan hama dan perubahan cuaca.
Jenis hama yang menyerang mutiara ini biasanya ikan buntal, penyu, kepiting dan lain-lain. Yang paling beresiko ialah disaat perubahan cuaca ekstrim, ibarat demam isu panas ke demam isu cuek atau dari demam isu cuek ke demam isu panas. Namun terlepas dari itu semua, berkunjung ke Desa Penyabangan pastinya akan mendapat suatu pengalaman yang tak terlupakan khususnya bagi anda yang gemar dengan wisata pengetahuan.
Budidaya Mutiara ini merupakan public company yang mendapat saham terbesar dari Australia. Pada mulanya budidaya mutiara terletak di Raja Ampat ( Provinsi Papua ), lambat laun berjalannya di tahun 2002 memulai perjuangan di Desa Penyabangan. Hasil atau kualitas mutiara mempunyai standar yang tinggi dengan lebel ATLAS.
Demikian ulasan mengenai Wisata Seru Budidaya Mutiara Singaraja – 17sekians wisata traveling di Bali