Kenapa Orang “Kaya” tetap menjadi kaya dan Orang “Miskin” tetap menjadi Miskin

 
 
 
Sekarang ini adalah zaman yang serba mahal ini bisa di rasakan ketika kita sedang berbelanja atau membandingkan harga sebuah minuman jika di bandingkan dengan tahun lalu atau bulan lalu. Di sekitar kita juga sering mendengar keluhan-keluhan baik itu teman, keluarga yang mengeluh tentang harga yang semakin tinggi saja setiap saat. Berikut adalah pertanyaan yang sering ada di benak kita Kenapa Orang “Kaya” tetap menjadi kaya dan Orang “Miskin” tetap menjadi Miskin
Kira-kira kenapa ya ini bisa terjadi? Jawaban satu-satunya adalah ada pada cara setiap individu memandang dan mencari uang itu sendiri. Semua kembali lagi pada Mindset setiap orang. Disini saya akan membagi 2 type orang Yakni Orang yang memiliki mindset kaya dan Orang yang memiliki mindset miskin (orang kaya dan orang miskin) jadi ini mempertegas judul di atas kenapa saya memberi tanda kutip pada kaya dan miskin yang memiliki perngertian cara berpikir seseorang atau mindset seseorang itu kaya dan miskin.
Orang kaya selalu berpikir tentang masa depan seberapa investasi yang di miliki dan orang miskin selalu berpikir bahwa menjadi kaya berarti punya uang banyak
Hal-hal ini lah membuat Kenapa Orang kaya tetap menjadi kaya dan orang miskin tetap menjadi miskin semuanya ternyata berpengaruh pada Metal dan Kebiasaan yang dilakukan antara orang kaya dan orang miskin, 
Mari kita cek satu-persatu rangkuman di bawah
 
foto:http://elsasafinaa.blogspot.co.id
 
 
1. Para Orang kaya Selalu mengetahui bahwa Uang hanyalah sementara dan tidak akan abadi sehingga mereka akan berusaha untuk menabung dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kebutuhan yang tak terduga, bahkan Orang bijak selalu mengatakan bahwa untuk mendapatkan hidup dengan keadaan finansial yang stabil kita harus menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk kebutuhan.
 
2. Orang miskin selalu melupakan hal seperti ini mereka mempunyai alasan karena gaji yang kecil dan kebutuhan yang mahal sehingga menghalalkan untuk tidak mempunyai tabungan.
 
Orang kaya gemar berinvestasi dan menambahkan asset sedangkan orang miskin rajin membuat keputusan yang merugikan yang memperburuk keaadaan ekonominya. Orang Kaya selalu berpikir bagaimana caranya unutk menambah kekayaannya dengan membeli barang yang memiliki nilai jual berlipat-lipat di kemudian hari seperti emas, saham, property, reksadana Ini sangat berbeda dengan orang miskin yang rajin membuat keputusan bodoh yang hasilnya semakin memperburuk kondisi finansialnya. Mereka tahu kalau rejeki terkadang datang dari relasi, namun orang miskin sangat jarang atau tak mau membangun relasi. Orang miskin  lebih suka mengeluarkan uang untuk hal-hal yang sifatnya jangka pendek. Kalau ada peribahasa, maka yang tepat bagi mereka adalah: lebih besar pasak daripada tiang. Orang miskin lebih suka terlihat kaya padahal uang tak ada. Ketimbang terlihat apa adanya sesuai kondisi keuangannya.
 
Untuk masalah uang , Orang kaya selalu berpikir tidak mempunyai uang hanyalah keadaan sementara mereka memiliki waktu dan tenaga unutk mencari jalan dan mengambil setiap ada kesempatan yang ada dan Orang miskin selalu berpikir ketika tidak mempunyai uang memreka selalu kawatir dan membuang setiap ada kesempatan akibat takut akan koskwensi dari tindakannya, orang miskin terlalu kawatir tentang keadaan terpuruk yang mereka alami.
 
 
foto:okezone.com
 
3. Para orang kaya tidak hanya menggantungkan kepada satu sumber pemasukan saja, merek selalu mencari pendapaan tambahan. Orang kaya selalu mencari sumber penghasilan dari segala arah yang memungkinkan . Ketika mereka masih menjadi karyawan mereka tidak merasa malu untuk mencari sumber penghasilan yakni dengan berjualan atau kerja sampingan.
Orang kaya selalu menggunakan uang mereka untuk membeli kebutuhan bukan kemauan, hal ini juga yang sering kita temui di sekitar kita, Sebagian dari sifat manusia adalah irihati, Kita merasa iri jika melihat tetangga kaya kita mampu unutk membeli setiap barang mewah, mobil mahal, gadget canggih,
 
Alhasil karena rasa iri tersebut, tanpa sadar kita yang ekonominya biasa-biasa saja ikut-ikutan membeli barang yang sama. Dengan gaji ala kadarnya kita memaksakan diri membeli aneka hal yang sesungguhnya tidak dibutuhkan. Padahal sesungguhnya jika kita tahu ada lebih banyak barang mewah lagi yang tidak dibeli oleh para orang kaya. Sebenarnya orang kaya selalu membelajakan uangnya secerdas mungkin, mereka sangat pandai dalam mimilih dan memilah yang mana menjadi kebutuhan dan kemauan
 
4. Orang Kaya memiliki siklus keuangan yang berbeda dengan Orang miskin, begini penjelasnnya:
Orang kaya selalu menghabiskan uangnya dalam bentuk investasi dan asset misalnya ketika menerima gaji mereka langsung memilah pertama unutk kebutuhan sehari-hari, kedua untuk investasi, bisnis baik itu skala kecil atau besar,
Jika sejak keuangan masih kecil saja sudah memiliki mental kaya, maka perkembangan dari aset-aset itu hanya soal menunggu waktu saja.
 
Orang miskin saat menerima gaji mereka langsung menghabiskannya untuk kebutuhan sehari-hari
 
Hal yang perlu ingat dari mental orang kaya dan mental orang miskin adalah, orang miskin selalu tergiur dengan jumlah uang, sementara orang bermental kaya melihat uang sebagai value.
 
5. Orang kaya berpikr uang adalah aset. Setelah mendapat uang, mereka berpikir jangka panjang: bagaimana agar uang ini menjadi berkali lipat? Maka mereka berbisnis, maka mereka berinvestasi.
Sedangkan orang miskin pikirannya selalu jangka pendek. Mereka ingin cepat mendapatkan uang, agar dapat menghabiskannya dengan cepat pula. Saat mereka diberi uang, fokus mereka ialah beli ini dan itu. Membeli sesuatu yang sama sekali tak memiliki nilai tambah. Seperti membeli kendaraan terbaru, gadget terbaru, membeli rumah saat sudah punya rumah. Intinya, mereka lebih suka membeli sesuatu yang dasarnya ialah keinginan. Bukan kebutuhan. Jadi begitu lah yang terjadi antara orang yang memiliki mindset kaya dan orang yang memiliki mindset miskin.
 
 Bagi temen-temen yang ingin mendalami artikel ini, saya sarankan unutk membaca buku best seller karya robert T. Kiyosaki “RICH DAD POOR DAD”. Buku nya sangat sangat bagus dan menjadi best seller di seluruh dunia.
 
OK ya semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya
 

 

 Kenapa Orang “Kaya” tetap menjadi kaya dan Orang “Miskin” tetap menjadi Miskin



Booking.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *