SHOPPING CART

close

Kisah Sumur Pembuangan Mayit Di Pangkalpinang

Booking.com

Perigi Pekasem di Pangkalpinang (Kurnia/detikTravel)

Pangkalpinang – Bukan Lubang Buaya, ini Perigi Pekasem di Pangkalpinang. Sumur tersebut dulunya menjadi daerah pembuangan mayat.

Di Kelurahan Tua Tunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, terdapat sebuah sumur bersejarah berjulukan Perigi Pekasem.

Perigi sendiri artinya sumur, sementara Pekasem merupakan ikan fermentasi khas Bangka. Kawasan Perigi Pekasem diberi pagar putih, dengan plang yang menunjukkan bahwa objek ini sudah menjadi cagar budaya di depannya.

Memasuki pintu pagar, ada jalan setapak yang mengarah ke Perigi Pekasem di sisi kanan. Sumur ini tak terlalu besar dan dikelilingi pembatas besi berwarna hijau.

 

Melihat isi dalam sumur (Kurnia/detikTravel)Melihat isi dalam sumur (Kurnia/detikTravel)

Melongok ke dalamnya, sumur tampak dangkal berisi timbunan dedaunan. Sumur kering tanpa terisi air.

Dari informasi yang dikumpulkan detikTravel, dahulu Perigi Pekasem menjadi daerah untuk membuang mayit orang-orang yang terbunuh Tentara Keamanan Rakyat (TKR), alasannya ialah disangka menjadi jasus Belanda atau sekutu.

Ada pula yang kisah yang menyampaikan kalau orang yang dicurigai sebagai jasus dimasukkan ke dalam sumur hidup-hidup. Dulunya Tua Tunu ini memang menjadi salah satu markas dari TKR.

Hingga sekarang sumurnya masih terawat dan menjadi destinasi wisata sejarah di Pangkalpinang. Nah di seberang Perigi Pekasem, terdapat Balai Adat Lembaga Adat Melayu Tuatunu.

 

Balai Adat Lembaga Adat Melayu Tuatunu (Kurnia/detikTravel)Balai Adat Lembaga Adat Melayu Tuatunu (Kurnia/detikTravel)

Balai etika ini berupa rumah panggung yang biasanya dipakai masyarakat untuk berkumpul dan bermusyawarah. Namun siang itu kala detikTravel berkunjung balai tengah kosong, tak ada aktivitas berlangsung.

Tak jauh dari balai adat, terdapat makam Akek Bandang yang dikeramatkan. Traveler yang ingin berziarah sanggup pribadi datang.

Makam dari Akek Bandang ini juga sudah masuk sebagai cagar budaya. Menurut Ketua RT 6 Sarnubi dan Ketua RT 7 Kelurahan Tua Tunu Indah, Usman, yang turut menemani detikTravel berkunjung ke makam, Akek Bandang ialah orang yang disegani masyarakat semenjak masa lampau.

 

Makam Akek Bandang (Kurnia/detikTravel)Makam Akek Bandang (Kurnia/detikTravel)

“Beliau dituakan, disegani masyarakat pada waktu itu,” ujar Usman.

Santri sekitar Pangkalpinang yang berguru di luar kota, kalau pulang banyak yang ziarah kemari.

“Santri-santri dari desa sini kebanyakan. Banyak penduduk sini mondok di luar, kalau ke sini berziarah,” kata Usman.

 

Baca artikel lainnya : 

Liburan Di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Betah!

Area makam cukup luas. Dengan sebuah bangunan semi terbuka didirikan di sini untuk daerah peziarah singgah. Lantai keramik diberi bantalan tikar untuk peziarah duduk. Siapa saja boleh datang, tapi tentunya harus tetap menjaga kesopanan selama berziarah.

Tags:
Share