Liburan Panjang Selesai Tahun Ke Sumatera Selatan, Ada Apa Saja?

Foto: (Thinkstock)

Palembang – Sumatera Selatan punya tempat-tempat keren buat liburan simpulan tahun kamu di Palembang. Yuk, main ke sini!

Liburan simpulan tahun tinggal hitungan hari. Dari pada resah mau ke mana, yuk main-main ke Sumatera Selatan.

Ada beberapa daerah yang sanggup traveler kunjungi di Sumatera Selatan, selama liburan simpulan tahun. Catat ya.

1. Taman Batu Organik

 

(Ivone Suryani/d'Traveler)(Ivone Suryani/d’Traveler)

Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mempunyai banyak objek wisata yang menarik perhatian untuk dikunjungi. Kabupaten ini dikenal dengan sebutan Kota Seribu Air Terjun dan Megalith. Lahat mempunyai sebuah destinasi wisata unik yaitu Taman Batu Organik yang berada di Desa Bandu Agung, Kecamatan Muara Payang.

Taman ini milik Pak Damsi, ia menyusun batu-batu ini sejak tahun 1980. Selain rangkaian bebatuan, di sini juga ditanami bunga, sayuran dan buah organik, menambah indah suasana taman seluas dua hektar tersebut. Beberapa filosofi sanggup kita ambil dari proses pembuatan taman ini, yaitu ketekunan, kesabaran dan bahwa setiap mahluk mempunyai pasangannya.

2. Pasar Baba Boentjit

 

(Raja Adil Siregar/detikTravel)(Raja Adil Siregar/detikTravel)

Destinasi yang berada di tepian Sungai Musi ini merupaakn destinasi gres di Palembang. Lokasinya berada di Rumah Oeng Boen Tjit, Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Rumah ini diketahui sudah berusia 300 tahun dan masih berdiri kokoh di tepian Sungai Musi dengan ornamen Tiongkok, serta goresan khas Kota Palembang dengan nilai sejarah tersendiri.

Traveler nantinya akan disuguhkan pemandangan indah, baik Jembatan Ampera, Kampung Warna Musi Bercorak dan Jembatan Musi IV yang berdiri megah. Hanya butuh waktu sekitar 3-5 menit saja, penyeberangan akan hingga di rumah pedagang populer tempo dulu yang kaya akan nilai budaya lokal dan menghadap sempurna ke arah Sungai Musi.

3. Danau Ranau

 

Dok. Pribadi Rafita)Dok. Pribadi Rafita)

Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua yang ada di Sumatera sehabis Danau Toba, dengan luas sekitar 125,9 km. Berlokasi di perbatasan kabupaten Lampung Barat, Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku) Selatan, ternyata danau ini juga dikelilingi perbukitan dan lembah. Untuk hingga ke lokasi, traveler harus menempuh jarak sekitar 330 KM atau 8,5 jam perjalanan darat dari kota Palembang.

Selama perjalanan, kita akan melintasi perkebunan dan menikmati suasana pedesaan yang asri. Perairan sungai Musi yang membentang luas juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri selama perjalanan.

Selain bermain air, traveler juga sanggup menikmati kuliner ikan mujair khas Danau Ranau dan jus alpukat yang segar.

4. Benteng Kuto Sasak

Benteng Kuto Besak yaitu bangunan keraton dari masa ke-18 yang menjadi sentra Kesultanan Palembang. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 atas prakarsa Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758, kemudian diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803.

Destinasi ini sering dijadikan daerah penyelenggaraan program atau pameran dengan apnggung hiburan berlatar Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang memesona. Kemeriahan para wisatawan yang tiba jadi pemandangan umum yang akan traveler saksikan bila bertandang ke sana.

5. Pulau Kemaro

 

(Afif/detikTravel)(Afif/detikTravel)

Pulau Kemaro merupakan salah satu objek wisata yang wajib untuk disinggahi. Untuk menuju ke sana, traveler harus naik bahtera dan membelah Sungai Musi. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi dengan rumah-rumah terapung dan kehidupan masyarakat Palembang yang tinggal di sepanjang sungai.

Sesampai di Pulau Kemaro, nuansa pecinan terlihat terperinci dari bangunan yang ada. Di pulau ini memang terdapat kelenteng yang masih digunakan, khususnya ketika Cap Go Meh. Kelenteng yang terletak di tengah pulau dan berdiri gagah merupakan bukti bahwa budaya Tionghoa tumbuh dan berkembang di Palembang.

Selain adanya kelenteng yang berdiri di tengah pulau, di pulau ini juga terdapat pohon cinta. Konon katanya, jikalau sepasang muda mudi menuliskan namanya di sana, akan berakhir di pelaminan. Kaprikornus tidak hanya punya dongeng tragis, Pulau Kemaro juga punya mitos cinta.

6. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum ini dulunya yaitu istana Sultan Mahmud Badarudin II yang dibakar Belanda ketika perang di tahun 1821. Kemudian dibangun kembali oleh Belanda di tahun 1823 sebagai kantor pemerintahan. Kini bangunan tersebut menjadi museum.

Museum ini berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

7. Bait Alquran (alquran raksasa Gandus)

 

(@guidoveka/Instagram)(@guidoveka/Instagram)

Bait Al Alquran Al Akbar atau disebut Bait Al Alquran Raksasa ini bertempat di jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang. Jaraknya sekitar 30 menit dari Kota Palembang.

Tempat ini dibentuk dengan model bangunan tinggi. Sisi bangunan dibangun dari lembaran Al Alquran yang dipahat dari kayu. Seperti model jendela, lembaran Al Alquran sanggup dibolak-balik layaknya halaman buku.

Al Alquran dipahat di atas papan kayu tembesu dengan ukuran panjang 177 cm dan lebar 140 cm serta ketebalan 2,5 cm. Lembaran Al Alquran dipasang mengelilingi sisi bangunan dengan total 630 lembar papan kayu.

 

Baca artikel lainnya : 

Petualangan Seru Wisata di Air Terjun Sri Gethuk Yogyakarta – Tonton videonya di sini ya

 

8. Masjid Agung SMB

 

 (Afif/detikTravel) (Afif/detikTravel)

Masjid Agung Palembang populer dengan arsitekturnya. Gaya arsitektur masjid ini yaitu perpaduan antara Eropa dan China. Tak heran memang, Palembang diyakini dulunya yaitu daerah Kerajaan Sriwijaya pada masa ke-6 yang sering didatangi oleh saudagar asal Eropa atau China.

Masjid Agung Palembang letaknya berada di sentra Kota Palembang atau hanya sekitar 5 menit dengan berjalan kaki dari Plaza Benteng Kuto Besak. Tak usah takut kesasar, masyarakat Palembang yang ramah bakal menandakan arah masjidnya dan banyak papan petunjuk arah ke Masjid Agung Palembang.

 

 



Booking.com

 

 

9. Kampung Kapitan

 

(Welly/d'Traveler)(Welly/d’Traveler)

Kampung Kapitan yaitu Kampung Tempo dulu yang menjadi sejarah masuknya warga Tionghoa ke Bumi Sriwjaya. Rumah ini berhadapan eksklusif ke Sungi Musi, Jembatan Ampera dan berseberangan dengan Plaza Benteng Kuto Besak.

Saat ini bangunan yang usianya sekitar 400 tahun hanya mempunyai beberapa peningalan menyerupai meja abu, altar sembahyang, dan beberapa foto Kapitan.

10. Situs Purbakala Bukit Siguntang

Bukit Siguntang disebut-sebut sebagai daerah peribadatan agama Budha ketika zaman Kerajaan Sriwijaya. Pada zaman Belanda, di sini ditemukan beberapa artefak menyerupai arca Budha dan prasasti. Setelah itu, ditemukan stupa dan sisa bata kuno di sekitar bukit.

Selain itu, di sini juga terdapat 7 makam. Itu yaitu makam-makam dari Radja Segentar Alam, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Batu Api, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus Karang, dan Tuan Djung Djungan. Nama-nama tersebut diyakini sebagai orang-prang penting dalam sejarah Palembang.

11. Kelenteng 10 Ulu

 

(Harpin Rivai/d'Traveler)(Harpin Rivai/d’Traveler)

Kelenteng ini berada di 10 Ulu, Palembang. Daerah ini merupakan daerah asal mula Pempek Palembang yang sangat enak itu.

12. Museum Balaputra Dewa

 

(Wahyu/detikTravel)(Wahyu/detikTravel)

Berkunjung ke Museum Balaputra Dewa, traveler sanggup melihat koleksi benda bersejarah dari Kerajaan Melaka, Malaysia. Benda ini mencakup kerajinan porselen, hingga baju tabiat yang tidak mengecewakan menyerupai dengan busana masyarakat Indonesia.

Traveler yang ingin tau sanggup eksklusif menuju ke Museum Balaputra Dewa yang beralamat di Jalan Srijaya Negara I No 288, Palembang, Sumatera Selatan. Museum buka di hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Harga tiketnya Rp 2.000 saja.