Lombok Sumbawa Pearl Pameran 2017 – 17sekians

Booking.com

Lombok Sumbawa Pearl Festival 2017  – 17sekians

 

sumber foto: http://blog.reservasi.com
(LSPF) 2017 sedang berlangsung di Hotel Santosa tempat Senggigi, Lombok Barat, Sumbawa Barat (NTB) dari tanggal 18 Agustus – 16 September 2017. Acara ini rutin digelar setiap tahun semenjak tahun 2010 atas kerjasama Kementrian Pariwisata bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB serta di dukung oleh Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia. Even tahunan internasional LSPF ini dimaksudkan untuk mempopulerkan pariwisata di Lombok dan Sumbawa sebagai penghasil mutiara bertaraf internasional.
Selain mempertemukan sellers mutiara dari NTB, NTT, Bali, Maluku dan Papua dengan buyers mutiara dari aneka macam negara, Pameran ini juga menghadirkan perusahaan embel-embel mutiara Nusantara. Beberapa negara juga terlibat dalam program ini menyerupai Hongkong, Jepang, Singapore, Philipina, Tahiti, Australia dan Cina.   
Di samping untuk menumbuhkan rasa cinta dan pujian masyarakat terhadap mutiara Indonesia. Menggerakan perekonomian rakyat melalui aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif serta untuk menarik para wisatawan untuk tiba ke NTB.  
 
Lombok-Sumbawa selain sebagai tempat wisata kelas dunia juga sebagai pusat perdagangan mutiara terbesar di Indonesia. Produk mutiara hasil dari para petani di Lombok-Sumbawa telah banyak di ekspor ke aneka macam negara produsen embel-embel mutiara dunia menyerupai Amerika, Jepang, Swiss dan Italia. Tingginya kualitas mutiara Indonesia asal Lombok-Sumbawa menciptakan banyak wisatawan mancanegara untuk tiba ke Lombok-Sumbawa.
 
Menurut Raseno Arya, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementrian Pariwisata,“Kegiatan LSPF 2017 membuka peluang investasi dan jalan masuk pasar yang lebih luas”.
Selama Festival berlangsung digelar juga serangkaian program lainnya menyerupai Mataram Carnival, Pentas Seni Daerah, Pekan Tenun Lombok-Sumbawa, Pameran Ekonomi Kreatif, Dialog Budaya, Pentas ISI Jogjakarta, Bedah buku sastra NTB dan pertunjukkan sastra, Permainan rakyat (Gasing, Balapan Ayam, Selodor, Peresean, Workshop dan Pentas tradisi lisan, Pentas Wayang Potehi (ISI Jogjakarta) serta Pemilihan Putri NTB.
Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Eshty Reko Astuti, Even ini sudah dijadikan even tahunan dan menjadi salah satu ikon Pariwisata NTB.
Sumber: dutawisata.co
 
Tags: