SHOPPING CART

close

Megahnya Temple Of Heaven, Daerah Raja China Meminta Panen Raya

Booking.com

Foto: (Elvan/detikTravel)

Beijing – Temple of Heaven yang terletak di Kota Beijing, China, tak pernah sepi wisatawan. Di bali kemegahannya, ada dongeng menarik dan sejarah yang menarik di sana.

Temple of Heaven tak lain dalah daerah di mana Kaisar Ming dan Qing menggelar ritual penghormatan kepada tuhan semoga memperlihatkan hasil panen yang baik. Temple of Heaven terletak di selatan Kota Beijing di distrik Xuan Wu. Luas daerahnya yang lebih dari 200 hektar, lebih luas dari Forbidden City atau kota terlarang yang juga jadi objek wisata menarik di Beijing.

Menjelajah Temple of Heaven ini bersama delegasi Kedutaan China di Indonesia dan para pimpinan media, pada Sabtu (28/10/2017) kemarin. Hari sabtu ialah hari paling favorit untuk mengunjungi daerah ini, terutama menjelang pukul 14.00 waktu setempat ialah puncak waktu kunjungan wisatawan lokal dan asing. Sebab, suhu sudah tidak begitu masbodoh di bulan Oktober yang memasuki isu terkini gugur.

Megahnya Temple of Heaven, Tempat Raja China Meminta Panen RayaFoto: (Elvan/detikTravel)

Dikutip dari situs budaya China, Temple of Heaven dibangun pada kisaran tahun 1406-1420 selama pemerintahan Kaisar Yongle, yang juga bertanggung jawab untuk pembangunan Kota Terlarang. Kuil ini diperbesar dan berganti nama Temple of Heaven pada masa pemerintahan Kaisar Jiajing pada kurun keenam belas. The Temple of Heaven direnovasi pada kurun kedelapan belas di bawah Kaisar Qianlong. The Temple of Heaven itu tertulis sebagai Situs Warisan Dunia oleh Unesco pada tahun 1998.

Pemandangan di Temple of Heaven sangat menarik. Banyak spot foto yang memukau, terutama di sekitar pelataran dan tangga menuju kuil utama yaitu kuil langit. Memang ada tiga bangunan inti di lokasi Temple of Heaven ini. Selain kuil langit daerah memuja panen, ada juga kuil daerah raja memuja dewa, dan sebuah daerah terbuka yang diyakini jadi daerah paling mujarab bagi raja untuk berkomunikasi dengan dewa.

Megahnya Temple of Heaven, Tempat Raja China Meminta Panen RayaFoto: (Elvan/detikTravel)

Rombongan masuk melalui pintu utama jadi eksklusif bertemu dengan Temple of Heaven yang berdiri tegak. Kuil langit ini daerah Raja China berdoa memohon panen. Bangunan berbentuk pagoda berbentuk lingkaran dengan tiga tingkat dari luar namun hanya satu lantai di dalamnya. Bangunan ini sangat identik dengan simbol pariwisata China, gentingnya berwarna biru melambangkan langit.

Musim gugur menciptakan pemandangan makin indah. Di mana-mana dedaunan menguning menyuguhkan suasana yang syahdu. Di beberapa sudut ada warga sedang berlatih Taijiquan dan Qigong. Tak sedikit juga yang bernyanyi dan menari. Di antara kuil langit dan jalan menuju kuil daerah memuja tuhan terdapat pohon-pohon berusia ratusan tahun, pohon itu berjulukan nine dragon.

Megahnya Temple of Heaven, Tempat Raja China Meminta Panen RayaFoto: (Elvan/detikTravel)

Kita selanjutnya bertemu dengan kuil puasa. Berbentuk seakan-akan dengan pagoda pertama namun lebih kecil. Bangunan ini dikelilingi tembok dan diapit oleh dua ‘kantor dewa’. Di sinilah kaisar dan berpuasa selama tiga hari sebelum dilakukan upacara memuja tuhan memohon panen raya. Ada beberapa kerikil di depan kuil yang sanggup menghasilkan gema kalau kita bertepuk tangan di atasnya, efek ini dikenal sebagai echo wall.

 

Baca artikel lainnya : 

Segar Banget! Berenang Di Kaki Gunung Manglayang

Nah keluar dari kuil puasa, ini kita akan bertemu dengan altar daerah komunikasi raja dengan tuhan yang terdiri dari tiga tingkatan. Dasar persegi yang mewakili bumi, altar lingkaran mewakili nirwana dan berujung pada bulatan di ujungnya daerah berdiri kaisar. Anak tangga dan kerikil pualan yang lurus ke klimaks semuanya berjumlah 9. Menurut mitos, kalau berdiri di tengah dan berbicara keras konon akan terdengar bunyi yang keras sebagai tanda bahwa doa sudah didengar para dewa.

Untuk berpose di kerikil lingkaran di puncak altar ini harus berebut alasannya ialah hanya ada satut titik. Setelah itu kami meninggalkan lokas. Oh ya untuk masuk ke lokasi dikenakan biaya 20 Remimbi per pintunya atau setara Rp 40 ribu.

Tags:
Share