Mengenal Tari Pendet – Tarian Suci Budaya Bali

Mula-mula Tari Pendet yang banyak menari untuk ibadah di pura yang melambangkan penyambutan para tuhan jatuh ke bumi. Pendet termasuk jenis tarian wali (tarian Bali yang tampil khusus untuk keperluan upacara keagamaan). Yuk mari mengenal Tari Pendet – Tarian suci budaya Bali
foto:http://www.suarakarya.id/
Menurut mitologi, tarian wali diciptakan oleh Lord Brahma dan Lord Shiva, yang dikenal dengan tarian kosmiknya, yaitu Siwa Nata Raja (Dewa Siwa alasannya dunia bermain dengan gerakan mudra yang berpengaruh tak terlihat). Setiap gerakan tangannya dengan badan mempunyai arti dan kekuatan tersendiri sehingga tarian ini tidak hanya menawarkan keindahan bentuk atau pakaian, namun mempunyai kekuatan sekala (skala) dan niskala (abadi). Di Bali tidak sembarang orang dapat memakai gerakan mudra ini, hanya Sulinggih (Brahmana atau orang suci) yang dapat menggunakannya hanya alasannya tariannya sakral.
Untuk meningkatkan kekuatan sekala dan niskala tari, sering disertai bantens (sesaji) Pasupati untuk penari atau peralatan tarian tertentu. Untuk beberapa pertunjukan tari penjaga, diawali dengan memberi persembahan dan tetabuhan (musik tradisional) semoga tidak diganggu oleh bhuta kala giraha dan bhuta kala kapiragan (roh jahat). Ritual ini juga untuk memohon para penari dibimbing sesuai dengan kehendak Ida Bethara. Sehingga setiap gerakan penari tidak seluruhnya berasal dari dirinya sendiri, sebagian terinspirasi oleh gerakan petisi Ida Bethara.
Pendet yaitu yang tertua dari tarian serupa di Pulau Bali. Tari Tarian ini mempunyai teladan gerakan yang lebih dinamis dari tarian Rejang yang dilakukan dalam kelompok atau pasangan. Pendet biasanya ditampilkan sehabis Tari Rejang di halaman pura dan beralih ke yang sakral (pelinggih). Penari berpakaian seremonial dan membawa sangku, stoples, mangkuk, atau peralatan sesaji lainnya. Pendet ditarikan oleh semua orang, laki-laki dan wanita, remaja dan anak perempuan.
foto:http://bisniswisata.co.id
Seiring dengan perkembangan zaman, para seniman tarian Bali mengubah Pendet menjadi “welcome dance”, namun tetap mengandung unsur-unsur religius suci. Pada tahun 1960 tarian tersebut diperkenalkan ke dunia internasional melalui sebuah program internasional – game Asia. Pendet ini dipajang di program pembukaan Asian Games di Jakarta, yang dibuka oleh Presiden Soekarno. Seniman yang membuat tarian selamat tiba ini yaitu I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Mereka mengubah tarian ritual ini menjadi tarian selamat tiba bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali. Biasanya dilakukan oleh empat penari di pintu masuk hotel atau daerah resmi lainnya

Demikian  ulasan mengenai mengenal Tari Pendet – Tarian Suci Budaya Bali , semoga bermanfaat ya

 



Booking.com

Tags: