Pasukan Perempuan Pangeran Diponegoro Konon Bertapa Di Curug Ini

Curug Gunung Putri di Purworejo (Rinto Heksantoro/detikTravel)

Purworejo – Pernah wisata ke Curug Gunung Putri di Purworejo? Kabarnya, curug ini sempat menjadi kawasan pasukan perempuan Pangeran Diponegoro bertapa.

Berlibur ke Purworejo, Jawa Tengah belum lengkap rasanya jikalau belum mengajak keluarga, teman, dan orang-orang terdekat lainnya untuk menikmati gerojokan atau Curug Gunung Putri. Selain napak tilas sejarah, pengunjung juga akan dimanjakan dengan banyak sekali spot apik untuk foto-foto.

Curug ini terletak Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, dan berjarak sekitar 45 km dari sentra kota Purworejo menuju ke arah barat laut. Selama perjalanan ke kawasan wisata itu, para wisatawan pun sanggup menikmati pemandangan pegunugan serta tebing-tebing indah di kanan kiri jalan yang berkelok-kelok.

Dengan membayar tiket masuk Rp 5.000 untuk hari biasa dan Rp 10.000 pada hari libur, traveler sanggup menikmati keindahan alam yang ditawarkan Curug Gunung Putri.

Setibanya di objek wisata gerojokan setinggi sekitar 100 meter itu, sapaan angin sejuk pegunungan di sela-sela pepohonan pinus menciptakan siapa saja betah untuk berlama-lama. Namun siapa sangka, dulunya gerojokan tersebut merupakan kawasan bertapa pasukan perempuan dari Pangeran Diponegoro.

 

Pasukan Wanita Pangeran Diponegoro Konon Bertapa di Curug IniFoto: (Rinto Heksantoro/detikTravel)

“Menurut cerita, dulunya gerojokan ini dipakai untuk bertapa seorang perempuan yang merupakan pasukan Pangeran Diponegoro dikala berperang melawan penjajah Belanda, pada sekitar tahun 1825-1830. Pasukan Pangeran Diponegoro itu kan ada pasukan lelaki dan perempuan,” ucap Ketua pengelola wisata Curug Gunung Putri, Tutur Kimin (35) dikala ditemui detiktravel di lokasi, Selasa (2/1/2018).

Salah satu prajurit perempuan yang bertapa tersebut diceritakan sebelumnya memiliki wajah yang jelek sehingga tidak ada satu lelaki pun yang mau mendekatinya. Akhirnya perempuan tersebut berdoa kepada yang maha kuasa sambil membasuh muka di Tirta Kanoman yang berada di ujung bawah Curug Gunung Putri.

“Setelah dibasuh mukanya, tiba-tiba perempuan tersebut berkembang menjadi perempuan yang sangat anggun jelita sehingga banyak lelaki yang ingin mempersuntingnya. Namun anehnya ia tidak mau menentukan siapa pun lelaki yang mendekatinya dan justru kembali ke gerojokan untuk bertapa sampai tubuhnya moksa atau hilang bersatu dengan alam,” lanjutnya.

 

Pasukan Wanita Pangeran Diponegoro Konon Bertapa di Curug IniFoto: (Rinto Heksantoro/detikTravel)

Hingga kini, Tirta Kanoman dipercaya sebagai spot untuk mencari pasangan hidup. Barang siapa yang membasuh mukanya di kawasan itu, maka akan segera dipertemukan dengan jodohnya.

Selain Tirta Kanoman, masih terdapat beberapa spot lain untuk berfoto selfie. Bebatuan di tengah gerojokan merupakan kawasan favorit penggemar swafoto untuk mengabadikan momen apik dengan latar belakang derasnya air terjun.

 

Pasukan Wanita Pangeran Diponegoro Konon Bertapa di Curug IniFoto: (Rinto Heksantoro/detikTravel)

“Selain itu juga ada rumah pohon, gazebo, Jembatan Awang-awang dan lain-lain. Pengunjung juga sanggup menikmati kuliner khas udik dengan harga murah meriah di antaranya cenil, blontho, kepok dan sajian kuliner lain. Makanan yang menjadi ikon desa ini dan patut untuk dicoba yaitu tiwul belut,” imbuh Tutur.

Sementara itu salah satu pengunjung, Myra Hartanti (21) yang tiba beramai-ramai bersama teman-temannya mengaku bahagia dan takjub dengan keindahan alam yang ditawarkan di kawasan itu. Meski berada di puncak pegunungan, ia rela tetap tiba untuk menikmati objek wisata yang gres beberapa bulan diresmikan itu sekaligus berfoto selfie di beberapa spot yang tersedia.

“Lumayan jauh kalau dari kota, tapi ya nggak papa kan sudah niat sekalian sanggup foto-foto di kawasan ini. Bagus kok tempatnya, keindahan alamnya luar biasa,” kata Myra.

 

Pasukan Wanita Pangeran Diponegoro Konon Bertapa di Curug IniFoto: (Rinto Heksantoro/detikTravel)

 

 

Selamat liburan ya



Booking.com