SHOPPING CART

close

Rammang-Rammang Di Maros Raih Status Geopark

Booking.com

Kawasan Karst Rammang-rammang di Maros (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Maros – Objek wisata karst Rammang-rammang di Desa Salenrang, Maros, Sulawesi Selatan sekarang resmi menyandang status Taman Nasional Geopark di Indonesia. Bangga!

Nantinya, destinasi wisata yang mulai terkenal semenjak tahun 2007 ini akan didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dan tempat bersejarah dunia.

Status Geopark tersebut berbentuk akta yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia dalam Seminar Nasional Geopark yang digelar di Belitung, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Irfan AB mengatakan, Geopark ini meliputi deretan karst mulai dari Kabupaten Maros dan Pangkep. Proses pengajuan status inipun terbilang lama, alasannya yaitu harus melewati rangkaian seleksi yang ketat.

“Status ini telah melalui serangkaian evaluasi dari Kementerian ESDM. Kawasan tersebut lolos sertifikasi dari 12 juri penilai yang berasal dari banyak sekali unsur,” katanya

Menurutnya, sesudah adanya status tersebut, geopark dunia tidak akan usang lagi disandang daerah karst yang diakui terbaik kedua dunia sesudah China itu. Dampaknya, daerah ini akan membawa peningkatan sektor pariwisata di Sulawesi Selatan.

 

BAca artikel lainnya : 

Saksikan Petualangan Wisata Air Terjun Di Mandakaripura Probolinggo Jawa Timur-Tonton video vlog My trip My Adventure

“Selain berdampak pada sektor pariwisata, dengan status Geopark, otomatis menciptakan daerah ini terjaga dari eksplorasi tambang yang senantiasa mengancam alam dan masyarakat,” sebutnya.

Selain karst Maros Pangkep, beberapa destinasi gres yang menambah kekuatan wisata alam di Indonesia juga telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Geopark, yakni Aspiring Geopark Belitung, Geopark Raja Ampat, Geopark Tambora dan Geopark Bojonegoro.

Bagi masyarakat sekitar daerah Rammang-rammang, pencapaian status geopark ini yaitu gapaian sejarah panjang usaha mereka melawan kekuatan perusahaan tambang yang kala itu nyaris menciptakan wilayah mereka menjadi lautan debu.

Pada 2007 silam, tiga perusahaan kaliber raksasa dari China pernah diizinkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Maros untuk mengeruk kekayaan alam di Rammang-rammang. Malahan, satu dari tiga perusahaan ini sudah sempat mengikis bebatuan kapur untuk dijadikan marmer.

 



Booking.com

 

 

“Kurang lebih enam tahun kami berjuang melawan perusahaan tambang. Mulai dari agresi demonstrasi sampai pada advokasi kebijakan kami jalankan bersamaan,” kata salah seorang penggagas Lingkungan, Iwan Dento.

Berkat kegigihan dan konsistensi warga, sumber daya alam merekapun dibangun menjadi salah satu destinasi wisata yang namanya sekarang telah mendunia. Bahkan, Rammang-rammang sudah menjadi destanasi andalan wisata di Indonesia.

“Andai dikala itu warga mengalah dengan keadaan, saya yakin deretan karst Rammang-rammang ini akan menjadi areal tambang marmer dan semen. Kita harap geopark dunia dapat segera diraih,” ujarnya.

Tags:
Share