SHOPPING CART

close

Sambut Bank Annual Meeting, Destinasi Ini Mulai Berbenah

Booking.com


Jakarta

Monkey Forest Ubud mulai bersiap menyambut IMF & World Bank Annual Meeting di Bali, 2018 mendatang. Salah satunya dengan mempersiapkan lahan 7 hektare.

Lahan itu nantinya diperuntukkan menjadi lahan parkir guna mengatasi kemacetan di tempat wisata Ubud, Kabupaten Gianyar.

Kita siapkan lahan seluas sekitar 7 ha di bersahabat objek wisata untuk menjadi lahan parkir guna mengatasi kemacetan di tempat wisata Ubud, Kabupaten Gianyar,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Gianyar I Made Rai Ridharta.

Dari total 7 ha, setengahnya bahkan sudah siap untuk dimanfaatkan. Lahannya sudah sanggup menampung sampai 700 unit kendaran roda empat. “Setengahnya sudah siap. Dan ini akan dikelola desa adab setempat, lokasinya bersahabat Monkey Forest,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan lahan tersebut dilakukan oleh desa setempat. Rai menuturkan dikala ini Pemkab Gianyar sedang menyiapkan hukum legal untuk memayungi keberadaan lahan parkir itu. Ini dinilai sangat diperlukan semoga masyarakat setempat mau mengusahakan lahannya yang luas dan tidak terpakai menjadi lokasi parkiran kendaraan roda empat.

“Kalau di selatan sudah ada lahan. Di utara sudah ada juga meski kecil. Sisanya di barat dan timur, ini yang masih terus kami upayakan,” tutur Rai.

Penataan ini dinilai sudah sangat mendesak. Maklum, objek wisata Sacred Monkey Forest Ubud makin ngetren. Lokasi ini dinilai cocok didatangi rombongan akseptor IMF & World Bank Annual Meeting, alasannya yaitu memenuhi semua persyaratan ideal untuk liburan.

 

Baca artikel lainnya : 

Jalan-Jalan Ke Warungboto, Spot Foto Prewedding Kahiyang-Bobby

Destinasi hijau dan punya banyak pohon besar. Udaranya sejuk, ada air dan suasana sangat tropis. Mantan pemain bola dunia asal Manchester United, Luis Nani, pernah berkunjung ke sini. Selebritis Hollywood kaya raya sekelas Paris Hilton juga mampir ke Monkey Forest Ubud dan bermain bersama monyet di lahan seluas 12 hektare itu. Bahkan ia tak segan membagi momen keseruannya bermain bersama monyet Bali di akun Instagram miliknya.

Julia Roberts juga sama. Bentang alam laksana lukisan, suasana tenang dan tentram, serta kondisi masyakarat yang terus menjunjung tinggi nilai tradisi menciptakan Julia Roberts ikut mengarahkan pandangan pada Sacred Monkey Forest.

Dengan balutan pohon-pohon berusia bau tanah dan rindang serta hutan-hutan kecil yang tertata asri, Julia pun tak ragu menyebabkan Sacred Monkey Forest sebagai salah satu lokasi shooting dari film Eat, Pray, Love.

“Sacred Monkey Forest di Ubud memang istimewa. Bila delegasi IMF & World Bank Annual Meeting ke sana niscaya mereka akan terpesona,” timpal Menpar Arief Yahya.

Suguhan utamanya tentu saja menikmati kegiatan-kegiatan monyet yang hidup nyaman di sanctuary bersama-sama dengan para wisatawan. Selain itu, ada juga tradisi mapeed yang sanggup dilihat di sana. Ini yaitu tradisi yang dilakoni wanita-wanita Ubud yang berbaris panjang membawa Gebongan, sesajen khas Bali.

Bagi yang ingin melihat pura kuno, dijamin takkan kecewa. Di tengah Sacred Monkey Forest terdapat pura kuno yang didirikan pada pertengahan kala ke 14 M. Mulai dari Pura Dalem Agung di bab barat daya, Pura Beji yang mempunyai struktur Tiga Mandala, dan Pura Prajapati sebagai tempat kremasi.

“Jadi jika infrastrukturnya mulai dibenahi, itu sudah on the track. Sacred Monkey Forest di Ubud yaitu kombinasi yang sempurna, antara nature dengan sentuhan culture Ubud. Delegasi IMF & World Bank Annual Meeting niscaya akan happy dikala berlibur ke sana,” ujar Arief.

 

Tags:
Share