Orang Indonesia Selalu Dikira Orang Malaysia Di Korea

 
Selama jalan-jalan di Seoul kemarin, selalunya saya dikira orang Malaysia, bahkan sama orang Malaysia sendiri. Ajaibnya, orang Indonesia yang saya temui di sana pun mengira saya orang Malaysia. saya cuma ingin bilang Saya Orang Indonesia Selalu Dikira Orang Malaysia Di Korea
 
 
Mas-mas Turki penjual kebab di Itaewon bertanya:
mas kebab: malaysian?
saya: bukan, saya dari Indonesia.
mas kebab: ah… Malaysia dan Indonesia itu sama aja!
saya: maksud lo?
 
Kakek-kakek Korea ketemu di stasiun metro:
kakek: dari Malaysia?
saya: bukan, saya dari Indonesia
kakek: Indonesia? *tampang kaget* oooh…. saya pikir kau orang Malaysia
 
🙄🙄Segerombolan ibu-ibu Indonesia di resto:
ibu-ibu: dari mana?
saya: Jakarta
ibu-ibu: ooooh kirain orang Malaysia loh!
saya: *nyengir*
 
mbak-mbak Malaysia di resto:
mbak Malaysia: abang orang Malaysia, ke?
saya: bukan, saya orang Indonesia
mbak malaysia: oh…
 
Sepasang suami-istri Malaysia di Namsan tower:
istri: minta tolong ambik gambar boleh?
saya: boleh
istri: dari Malaysia?
saya: enggak, saya dari Indonesia
istri: oh, Jakarta ke?
saya: iya 😀
 
dua ibu-ibu Indonesia di Namsagol Hanok Village:
ibu-ibu: Assalamu’alaikum, where are you from?
saya: Wa’alaikumussalam, saya dari Jakarta
ibu-ibu: oalah…. kirain orang malaysia, saya dari tadi enggak lezat mau nyapa. ternyata orang Indonesia.
saya: huehehehehehe
 
 
Yah, itulah diantara percakapan-percakapan asing selama saya ngider Seoul. 
Kok sanggup sih saya selalu dikira orang Malaysia?
Hmmm…. sehabis saya análisis, rupanya ada beberapa alasan yang berdasarkan saya sanggup jadi jawabannya.
 
 
1. Penampilan
Karena penampilan saya yang sangat sederhana, berkerudung, berbaju panjang, dan menggunakan rok itu semacam menggunakan baju kurung ala Malaysia. Dan turis Malaysia itu kebanyakan berpenampilan sederhana macam saya. 
Secara ya, orang Indonesia yang berkerudung dan traveling di Korea itu jarang, sejarang turis Malaysia yang nggak berkerudung. 
Sedangkan penampilan orang Indonesia mau itu ABG, mbak-mbak, simbok-simbok, hingga simbah-simbah, biasanya berkostum trendy ala masa kini: celana jeans, kaos ngepres tubuh atau baju berpotongan aneh, dan jikalau berkerudung kerudungnya model uwel-uwel. Belum lagi asesoris heboh lainnya yang pating grandul macam topi lebar lah, kacamata cengdem segede nako lah, kalung bertingkat-tingkat lah. pokoknya heboh.
 
2. Banyak turis Malaysia di Korea
Ya, pemegang paspor Malaysia memang bebas visa untuk bepergian ke Korea. Nggak heran, turis Malaysia di Korea itu mblader ting tlecek, dimana-mana ada. Nggak kayak kita orang Indonesia yang paspornya kurang sakti mandraguna. Kita mesti ribet ngurus visa dulu gres sanggup masuk Korea. Sehingga jikalau dibandingkan, orang Malaysia yang piknik ke Korea jumlahnya jauh lebih banyak daripada orang Indonesia, alasannya yaitu mereka menerima kemudahan.
 
3. Tempat Menginap
Kebanyakan backpacker Indonesia menginap di kawasan Hongdae. Sedangkan turis Malaysia banyak yang menginap di kawasan Itaewon yang sekitarnya. Saya menginap di kawasan Itaewon, dan banyak bertemu orang-orang Malaysia di sana. Para bakul-bakul masakan halal di Itaewon pun lebih mengenal orang Malaysia daripada Indonesia.
 
4. Tampang Melayu
Karena saya bertampang Melayu yang 11-12 sama tampang orang Malaysia, ya masuk akal jikalau orang sering susah ngebedain. Lagipula banyak turis dari Indonesia itu bertampang Cina dan tampang Korea wanna be. Makanya orang lebih mengenal tampang Melayu itu sebagai Malaysian.
 
5. Traveling Mandiri
Kebanyakan turis Malaysia di Korea yaitu traveler mandiri, meskipun tidak selalu backpacker. Biasanya mereka hanya berdua, bertiga, atau paling banyak satu keluarga berlima. Sedangkan turis Indonesia kebanyakan yaitu rombongan tour travel, rombongan arisan, atau rombongan sirkus. Jumlahnya selalu banyak, rame hore dan berisik. Jarang ketemu yang cuma berdua dan anteng macam saya.
 
 
Mungkin lain kali saya harus traveling pakai baju batik, agar lebih Indonesia. Sekian dulu ya artikel mengenai Orang Indonesia Selalu Dikira Orang Malaysia Di Korea